Fakta Ibu Menyusui

Fakta Ibu Menyusui

Fakta Ibu Menyusui

Kini semakin tidak sedikit informasi yang didapatkan Bunda yang sedang menyusui. Sayangnya, tidak seluruh informasi itu benar. Tidak tidak banyak hal seputar menyusui yang Bunda khawatirkan tersebut sebenarnya hanya mitos. Yuk, ketahui informasi apa saja yang tidak lebih dari mitos dan tidak butuh dipercayai.

Informasi dapat didapatkan dari sekian banyak  tempat dan orang di dekat Bunda. Termasuk ketika kerabat dan teman berangjangsana dan menyerahkan informasi seputar menyusui. Kadang terdapat yang menenangkan, tapi tidak sedikit juga yang malah membuat Bunda bingung dan khawatir.

Tenang, Bun, tidak seluruh hal butuh ditelan bulat-bulat. Telaah dan pilah kembali sekian banyak  informasi mengenai menyusui yang Bunda terima. Jangan-jangan, urusan tersebut hanya sekadar mitos.
Mitos Seputar Menyusui yang Tidak Benar

Agar dapat menyusui dengan nyaman, urgen untuk terus menggali informasi yang tepat. Nah, daripada bingung, yuk simak hal-hal yang tidak jarang Bunda dengar, inilah dengan faktanya:

    Bunda yang baru mencetuskan tidak dapat memproduksi ASI yang cukup

Faktanya lumrah kok, andai sebagai ibu baru susah memproduksi air susu ibu (ASI) sampai 3-5 hari sesudah melahirkan. Produksi ASI akan dimulai dengan keluarnya kolostrum, yakni cairan pekat dengan kandungan yang penting untuk bayi baru lahir. Di samping itu, pada masa mula kelahiran, bayi memang hanya perlu tidak lebih dari 2 sendok teh ASI masing-masing kali minum kok, Bun.

    Menyusui tersebut terasa menyakitkan.

Pada sejumlah minggu kesatu, puting payudara memang masih terasa keras dan paling sensitif sampai-sampai menyusui bisa terasa sakit. Tetapi, andai posisi menyusui dan mulut bayi melekat dengan tepat, maka tidak bakal terasa sakit lagi. Jika Bunda kesulitan, tidak boleh segan meminta pertolongan pada perawat pro-ASI, konselor ASI, ataupun rekan yang telah lebih dulu menyusui, ya.

    Anak yang diberi ASI lebih montok dan cerdas

Satu urusan yang pasti, ASI kaya bakal nutrisi dan berisi antibodi yang dapat melindungi Si Kecil dari infeksi. Tetapi menurut keterangan dari penelitian, tidak terdapat yang mengindikasikan bahwa anak yang mendapat ASI tentu punya berat badan lebih atau lebih cerdas daripada yang tidak. Yang penting keperluan nutrisi Si Kecil tetap terpenuhi dengan baik. Jadi normal kok, andai anak ASI tidak terlampau montok, bahkan ingin lebih kurus daripada anak yang diserahkan susu formula.

    Payudara butuh istirahat supaya ASI terisi kembali

Semakin tidak jarang menyusui atau memompa ASI, payudara bakal makin tidak sedikit memproduksi ASI. Mengistirahatkan payudara malah akan menciptakan pasokan ASI berkurang. Agar buatan ASI berlangsung lancar, rajinlah menyerahkan ASI untuk Si Kecil. Bila sedang tidak bareng Si Kecil dan payudara terasa penuh, Bunda juga dapat memerah dan menyimpan ASI sebagai cadangan.

    Hindari menyerahkan ASI perah (ASIP) lewat botol sebab dapat menciptakan anak bingung puting

Tidak butuh khawatir andai Bunda tidak selalu dapat memberikan ASI secara langsung, sampai-sampai bayi minum ASIP dari botol. Bunda dapat memperkenalkan botol pada bayi di umur 2-6 minggu secara bergantian. Sehari disusui langsung, dan sehari dengan botol. Ia bakal belajar menyusu dari botol tanpa kehilangan keterampilan menyusu dari payudara. Jangan lupa guna tetap menggendong dan mendekap bayi walau ASIP diserahkan dengan botol ya, Bun.

    Payudara kecil tidak menghasilkan ASI yang cukup

Umumnya ukuran payudara bakal berubah ketika hamil. Tetapi kalaupun tidak berubah secara signifikan, sebetulnya ukuran payudara tidak bersangkutan dengan tidak sedikit tidaknya ASI yang didapatkan lho. Wanita dengan payudara berukuran besar juga dapat mengalami kendala saat menyusui. Jadi, berapapun ukuran payudara Bunda, tetap upayakan untuk menambah persediaan ASI untuk Si Kecil.

    Minum susu rumus membuat bayi istirahat lebih nyenyak

Bayi yang mengonsumsi susu rumus mungkin ingin tidur lebih lama, namun bukan berarti lebih nyenyak. Ini sebab susu rumus lebih susah dan lebih lama dipahami dibanding ASI. Tapi tidak boleh khawatir, rata-rata sesudah 4 minggu, bayi yang baru lahir dapat tidur sama lamanya dengan yang minum susu formula.

    Bunda mesti berhenti menyusui andai bayi sedang diare

ASI malah sangat tepat untuk mengayomi sistem pencernaan bayi. Pemberian ASI sekitar Si Kecil diare dapat menolong melawan infeksi, dan menangkal bayi dari dehidrasi. Sebagai tambahan, menyusui menolong menenangkan bayi.

    Menyusui akan menciptakan payudara menjadi kendur

Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, karena dalam masa menyusui, payudara diisi oleh ASI, sampai-sampai jaringan payudara ingin membesar. Setelah melalui masa menyusui, jaringan payudara yang meregang barangkali tampak mengendur pada beberapa orang.

Akan tetapi, pada dasarnya payudara memang merasakan perubahan format sepanjang hidup. Di samping menyusui, hal genetik, berat badan, kegiatan fisik, umur dan evolusi hormon pun dapat memengaruhi perubahan format payudara.

    Bunda tidak dapat menyusui andai puting sedang berdarah

Mengalami luka pada puting, khususnya di masa mula menyusui, adalahhal yang normal, kok. Bunda dapat tetap menyusui bahkan andai puting masih berdarah dan terasa sakit. Umumnya, situasi ini tetap aman guna bayi. Jika khawatir, Bunda dapat berkonsultasi ke dokter yang akan menyerahkan salep guna menyembuhkan puting, yang aman guna bayi.

Nah, mulai sekarang, Bunda tidak butuh terganggu lagi dengan informasi-informasi yang belum pasti benar. Untuk mengawal ASI tetap lancar, Bunda dianjurkan mengonsumsi sekian banyak  makanan sehat bernutrisi, istirahat lumayan dan tetap relaks. Selamat menyusui dengan nyaman, Bunda.   
Share This :